Feature

Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Thursday, January 17, 2013



Dalam kiasan Arab, "waktu ibarat pedang". Sementara pepatah inggris menyebut, "time is money". Waktu memang sesuatu yang sangat bernilai. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, orang-orang sibuk beraktivitas dan seringkali kewalahan dengan tugas-tugas yang mereka kerjakan. Bahkan, setiap orang acapkali tak cukup waktu untuk menuntaskan pekerjaan yang mereka rencanakan.

Tahukah Anda bahwa
orang-orang yang sukses tidak berusaha mengerjakan semuanya. Mereka belajar untuk fokus hanya pada pekerjaan yang paling penting dan memastikan telah mengerjakannya. Kesuksesan dapat diraih dengan mengembangkan kebiasaan yang membuat kita mudah mencapai hasil lebih banyak dengan usaha yang semakin kecil.

Wanita di Mata Sebagian Besar Lelaki


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Kamu tahu kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.

Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol
 mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tahu? Di kampus tempat saya seharian di sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.

Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas "Tank Top", menoleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka", menghindar ke kanan ada sajian "Celana ketat plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada menantang!"

Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.

Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya.

Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tahu apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?

Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki.

Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan?

Saya yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan?

Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin.

Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian saya, harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.

Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana?

Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya sungguh takut dengan DZat yang memberi mata ini.Bagaimana nanti saya mempertanggung-jawabkannya? Sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Ta'ala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa mempertanggung-jawabkannya nantinya.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian. Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini.

Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.

Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk?

Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemandangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata. ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Monday, January 14, 2013

Keajaiban sedekah


sedekah 100.000 dibales rezeki kesehatan senilai milyaran rupiah berupa mata, kaki, tangan, telinga dan yang lain dalam bentuk utuh dan sempurna tanpa kurang satu apapun. rezeki itu bukan uang !!



Keajaiban sedekah yang dibalas dengan rezeki melimpah berikut adalah kisah nyata sedekah yang dituturkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Ada yang bersedekah dengan ikhlas sebesar seratus ribu rupiah, dibalas dengan lunasnya hutang seratus juta rupiah. Silakan disimak masbro!

Kisah Nyata Sedekah dari Ustadz Yusuf Mansur
Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil.
“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustadz Yusuf sambil duduk bersila di permadani.

Dengan bijak, Ustadz Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.

Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustadz Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustadz Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi? ”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal tersinggung?” Kembali supir itu mengangguk. “Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustadz Yusuf. Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustadz Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”

Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak, Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”

Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustadz Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.

Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu katanya.

Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah…. Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.

Kemudian Ustadz Yusuf Mansur bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau. “Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…” “Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak! Ustadz Yusuf tertawa, “Yang udah kawin… makin sayang…”

Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.

Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”

Ustadz Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan… asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustadz Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan… mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan.

Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut.

Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang Ustadz bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang Ustadz yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.
Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas. “Dan… Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!” seruUstadz Yusuf Mansyur berapi-api.

Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga si pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.

“Nggak!” koreksi Ustadz Yusuf Mansur cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”

Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya. Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustadz muda berkulit putih ini juga memberikan masukan dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience (baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan mengganti saluran dan tetap menunggu sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.

Begitulah masbro, kisah nyata keajaiban sedekah dari Yusuf Mansur, semoga kita menjadi bagian dari para ahli sedekah yang ikhlas dan mengingat Allah saja dalam bersedekah.

Sumber : Fb

Sunday, November 25, 2012

7 golongan yang mendapat pertolongan allah SWT

simaklah hadits Rasulullah SAW, hadits mutafaqun'alaih, shahih Bukhari Muslim:

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
  1. Pemimpin yang adil, 
  2. Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),
  3. Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya),
  4. Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
  5. Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah",
  6. Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan
  7. Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari) 
7(tujuh) golongan yang mendapat pertolongan allah SWT


Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.

pertama,
imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil.
Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah.
Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.

kedua,
pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT.
Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

ketiga,
manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama'ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.

keempat,
orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.

kelima,
sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah". Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.

keenam,
orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah.. Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.

ketujuh,
yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis karena dosa dosanya yang banyak dilakukannya selama ini . Allahu Akbar

Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat,
pertama tetesan darah fii sabilillah,
kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.

sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=216477155029483

doa yang diijabah oleh allah SWT

doa yang diijabah oleh allah SWT

 Hadits Muslim 4916

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ فَلَا أَوْ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
Doa seseorang dari kalian akan senantiasa dikabulkan selama ia tak tergesa-gesa hingga mengatakan; 'Aku telah berdoa kepada Rabbku, namun tak atau belum juga dikabulkan untukku'.

Hadits Muslim 4917

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ لَيْثٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَكَانَ مِنْ الْقُرَّاءِ وَأَهْلِ الْفِقْهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ رَبِّي فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي
Doa seseorang dari kalian akan senantiasa dikabulkan selama ia tak tergesa-gesa hingga mengatakan; 'Aku telah berdoa kepada Rabbku, namun Dia belum juga mengabulkan untukku'.

Hadits Muslim 4918

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim & tak tergesa-gesa. Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yg dimaksud dgn tergesa-gesa?
' Rasulullah menjawab: 'Yang dimaksud dgn tergesa-gesa adl apabila orang yg berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa & terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa & tak pernah berdoa lagi.'

** jadi jika ada keinginan yang mau dikabulkan oleh allah jangan lupa ibadah seperti :
1. shalat sesuai adab(laki-laki dimasjid dan wanita dibilik ibadah rumah)
2. sholat duha
3. sholat tahajud + doa di sepertiga malam(jam 2-3an sebelum subuh)
4. puasa senen-kamis, kalo kuat bisa puasa daud(1 hari puasa, 1 hari tidak puasa)
5. baca alquran dengan tajwid karen alquran diturunkan dibumi ini dengan tajwidnya dan bacalah seperti yang nabi muhammad contohkan.
6. EVALUASI ibadah anda dengan berkumpul dengan orang-orang sholeh, insyallah ilmu kita akan bertambah.

     jika kita membaca alquran dengan baik dan benar makan 1 huruf dihitung 1 kebaikan. berapa kebaikan yang bisa kita lakukan dalam 1 hari ???????
“Barangsiapa membaca 1 huruf Kitabullah (Al Qur’an) maka baginya 1 kebaikan, sedangkan 1 kebaikan dapat dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu 1 huruf. Akan tetapi Alif itu 1 huruf, Laam itu 1 huruf dan Miim itu 1 huruf.” [H.R At Tirmidzi dan dishahihkan asy-Syaikh Al Albani].

**  jangan lupa sedekahnya karena dalam rezeki kita ada rezeki milik orang yang membutuhkan baik itu kaya (gak harus ditunggu miskin dulu) atau miskin.

sumber : http://www.mutiarahadits.com/05/69/76/orang-yang-berdoa-akan-diijabahi-selama-tidak-tergesa-gesa.htm

Thursday, November 22, 2012

Puasa Tasyu’a dan Puasa Asyura

Apa yang dimaksud dengan puasa Tasyu’a dan Asyura?
Puasa tasyu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Sedangkan puasa asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.



Fadhilah (Keutamaan) Puasa Tasyu’a dan Asyura
Puasa Tasyu’a dan puasa Asyura termasuk puasa sunnah yang memiliki fadhilah yang luar biasa. Diantara fadhilan puasa Tasyu’a dan puasa Asyura itu adalah sebagai berikut:

Pertama, menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan


سُئِلَ أَىُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ وَأَىُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

Rasulullah SAW ditanya, “Shalat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu dan puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?” Nabi SAW bersabda, “Shalat yang paling uatama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah malamdan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yang kamu namakan) Muharram.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)

Kedua, orang yang berpuasa asyura diampuni dosanya selama satu tahun sebelumnya

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bish shawab

Hukum Puasa Tasyu’a dan Puasa Asyura
Hukum puasa tasyu’a dan puasa asyura adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sunnah yang kuat.

Dalil sunnahnya puasa Asyura adalah sebagai berikut:


صَامَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - عَاشُورَاءَ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Nabi SAW berpuasa Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa. (Muttafaq alaih)

Ketika menjelaskan hadits ini dalam Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhus Shalihin, DR. Mustofa Said Al Khin, DR. Mustofa Al Bugho, Muhyidin Mistu, Ali Asy Syirbaji, dan Muhammad Amin Luthfi mengatakan: puasa asyura adalah sunah muakkad.

Hadits lain yang menunjukkan bahwa puasa Asyura termasuk sunnah adalah sebagai berikut:

كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ لاَ يَصُومُهُ

Hari asyura adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah. Rasulullah juga biasa puasa pada saat itu. Ketika datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka ketika difardhukan puasa Ramadhan, beliau bersabda, “Siapa yang ingin berpuasa, ia berpuasa, dan siapa yang tidak, ia berbukalah.” (Muttafaq alaih)

Sedangkan tentang puasa tasu’a, para ulama’ biasanya memakai dalil hadits berikut ini:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku benar-benar akan berpuasa pada hari kesembilan (HR. Muslim)

Rasulullah SAW memang belum sempat berpuasa tasu’a, tetapi hadits qauliyah di atas menjadi dalil bahwa puasa tasu’a juga disunnahkan. Dari sana kemudian para sahabat melakukan puasa tasu’a itu demikian juga tabi’in, tabi’ut tabiin, dan generasi sesudahnya.

Sejarah Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa asyura (10 Muharram) sebenarnya telah dilakukan Rasulullah SAW pada periode Makkiyah (sebelum hijrah). Bahkan, orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah juga melakukannya.

Ketika Rasulullah hijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi melakukan hal serupa. Maka beliau bertanya pada mereka mengapa mereka berpuasa pada hari asyura itu. Setelah mendapatkan jawaban tentang kemuliaan hari itu bagi Nabi Musa a.s., maka Rasulullah SAW memberitahukan bahwa kaum muslimin lebih berhak atas hari itu. Kaum muslimin di Madinah pun mengerjakan puasa itu dengan sungguh-sungguh, hingga tiba kewajiban puasa Ramadhan pada tahun 2 H dan sejak saat itu Rasulullah menegaskan bahwa puasa Asyura adalah puasa sunnah.

كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ لاَ يَصُومُهُ

Hari asyura adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah. Rasulullah juga biasa puasa pada saat itu. Ketika datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka ketika difardhukan puasa Ramadhan, beliau bersabda, “Siapa yang ingin berpuasa, ia berpuasa, dan siapa yang tidak, ia berbukalah.” (Muttafaq alaih)

قَدِمَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْمَدِينَةَ ، فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَقَالَ مَا هَذَا . قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِى إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ ، فَصَامَهُ مُوسَى . قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Nabi SAW datang ke Madinah dan beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari asyura. Lalu Nabi SAW bertanya, “Ada apa ini?” Mereka menjawab, “Hari ini merupakan hari terbaik, yaitu saat Allah membebaskan Nabi Musa a.s dan Bani Israel dari kepungan musuh mereka, hingga hari itu dijadikan Nabi Musa a.s. sebagai hari puasa.” Lalu Nabi SAW bersabda, “Aku lebih berhak memuliakan hari ini dibandingkan kalian.” Kemudian beliau menyuruh kaum muslimin agar ikut berpuasa. (HR. Bukhari)

Pada tahun 9 H, tepatnya satu tahun sebelum Rasulullah SAW wafat, sebagian sahabat melapor kepada Rasulullah SAW bahwa hari asyura adalah hari yang dibesarkan Yahudi dan Nasrani. Sementara Islam memiliki semangat menghindari tasyabuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai orang-orang kafir, maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Abu Dawud)

Maka Rasulullah SAW berazam di tahun yang akan datang beliau akan menjalankan puasa pada hari kesembilan juga, yang dikenal dengan puasa tasu’a. Namun, belum sampai tahun depan itu datang, Rasulullah SAW wafat.

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memetintahkan orang agar berpuasa padanya, mereka berkata, “Ya Rasulullah, ia adalah suatu hari yang dibesarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah bersabda, “Jika datang tahun depan, insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Maka belum lagi datang tahun berikutnya itu, Rasulullah SAW pun wafat.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

sumber : http://www.bersamadakwah.com/2010/12/puasa-tasyua-dan-puasa-asyura.html

Monday, November 19, 2012

amalan mahdhah dan amalan muamalah




Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Rasulullah saw bersabda: 
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”

dengan adanya sabda dari Rasulullah tentang kewajiban menuntut ilmu, maka sudah selayaknya kita menuntut ilmu tentang kehidupan tapi untuk kali ini kita akan membahas tentang ibadah/amalan karena sudah seharusnya kita memperbaiki ibadah kita dan tidak menilai orang salah tanpa memiliki ilmu tentang ibadah/amalan itu sendiri.

ibadah/amalan disini dibagi menjadi 2 :
1. ibadah/amalan mahdhah
    amalan mahdhah ialah amalan yang berhubungan langsung dengan Allah SWT yang telah ditetapkan tata caranya secara terperinci.
    berikut contoh amalan mahdhah :
    a. Wudhu
    b. Tayamum
    c. Shalat
    d. Shiam(puasa)
    e. Haji
    f. Umrah

    kita ambil contoh amalan sholat, biasanya kita sehabis sholat langsung melakukan jabat tangan. nah dalam hal ini ibadah sholat dan jabat tangan seakan-akan menempel jadi satu padahal tidak ada perintah melakukan jabat tangan setelah sholat. maka dari itu kita bisa melakukan jabat tangan secara terpisah dari sholat. setelah sholat kita dzikir, berdoa dan sebelum pulang kita melakukan jabat tangan itu tidak akan menyalahi tata cara sholat yang sudah ditetapkan.

2. ibadah/amalan muamalah
    amalan mahdhah ialah amalan yang tidak berhubungan langsung dengan Allah SWT yang kita boleh menyesuaikan dengan keadaan terkini tanpa melanggar aturan.
   
    berikut contoh amalan muamalah :
    dulu dizaman Nabi Muhammad SAW dalam hal berdakwah masih menggunakan onta sebagai alat transportasi, tapi kita dizaman sekarang sudah bisa menggunakan mobil, sepeda motor. ini tidak akan melanggar aturan.

    dalam membaca  alquran secara bersama kita mempunyai hukum fardu ain membaca alquran dengan baik dan benar dan fardu kifayah memiliki 1 orang mengerti hukum-hukum bacaan alquran.


ibadah/amalan mahdhah memiliki 4 prinsip :
1. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.
2. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh:
وماارسلنا من رسول الا ليطاع باذن الله … النسآء  
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah…(QS. 64)
وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا…   
Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah, dan apa yang dilarang, maka tinggalkanlah…( QS. 59: 7). 
3. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat.
4. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.

ibadah/amalan muamalah memiliki 4 prinsip :

a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diseleng garakan.

b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul, karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid’ah” , atau jika ada yang menyebut nya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid’ah, maka bid’ahnya disebut bid’ah hasanah, sedangkan dalam ibadah mahdhah disebut bid’ah dhalalah.

c. Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya, manfaat atau madharatnya, dapat ditentukan oleh akal atau logika. Sehingga jika menurut logika sehat, buruk, merugikan, dan madharat, maka tidak boleh dilaksanakan.

d. Azasnya “Manfaat”, selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh dilakukan.

sumber : ngaji dari pak galih dan http://sahrunalpilangi.blogspot.com/2010/03/ibadah-mahdah-dan-ghairu-mahdah.html

Friday, November 9, 2012

waktu dan tempat mustajab untuk berdoa




Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Rasulullah saw bersabda:  
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”. 

Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 :  
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. 
Orang-orang yang berilmu akan pula dimudahkan jalannya ke syurga oleh Allah dan senantiasa didoakan oleh para malaikat.

sebagai umat muslim kita wajib berilmu dalam melakukan sesuatu ibadah atau pekerjaan, dengan ilmu itu kita akan mendapatkan kelebihan yang orang lain belum tentu dapatkan. dalam hal ini yang akan kita bahas adalah dalam berdoa.

agar doa-doa yang setiap hari kita panjatkan cepat terkabul atau diterima dalam agama islam kita mempunyai waktu dan tempat-tempat mustajab agar doa kita cepat dikabulkan. karena keutamaanya itulah kita harus tidak tergesa-gesa dalam berdoa dalam artian kita tidak berprasangka buruk kepada allah dan tidak mau/berhenti berdoa, dalam berdoa kita harus continues setiap saat dan setiap waktu manfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)


Berikut waktu yang mustajab untuk berdoa :
1. Pada Waktu Sepertiga Malam yang Terakhir
Ketika orang lain terlelap dalam tidur di sepertiga malam yang terakhir, maka beruntunglah orang yang bangun dari tidurnya dan berdoa kepada Allah Swt. Sungguh, waktu sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Apalagi, sebelum berdoa kepada-Nya didahului dengan shalat tahajjud dan berdzikir kepada-Nya.
Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit bumi dan berfirman, ‘Adakah orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?’ Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh).” (HR Ahmad)
2. Ketika Bersujud kepada Allah SWT
Ketika bersujud adalah waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, pada saat yang istimewa seperti ini sangat perlu untuk menyampaikan doa kepada-Nya.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Saat yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya ialah ketika bersujud, maka perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim)
3. Antara Adzan dan Iqamah
Setelah muadzin menyerukan adzan untuk shalat fardhu, hendaknya kita memanfaatkan waktu ini untuk berdoa kepada Allah Swt. Sungguh, sebelum iqamah diserukan untuk segera mengerjakan shalat, ini adalah waktu yang mustajab.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Doa yang diucapkan antara adzan dan iqamat tidak ditolak (oleh Allah).” (HR Ahmad)
4. Setelah Shalat Fardhu
Setelah mengerjakan shalat fardhu, hendaknya seseorang tidak meninggalkan kesempatan yang baik ini untuk berdoa. Sesungguhnya pada saat ini adalah saat yang mustajab untuk berdoa.
Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Swt. Beliau menjawab:
“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.”
(HR Tirmidzi)
5. Ketika Berbuka Bagi Orang yang Berpuasa
Pada saat berbuka puasa, hendaknya kita menyempatkan diri untuk berdoa kepada Allah Swt. Ternyata, pada saat berbuka juga merupakan waktu yang mustajab bagi doa yang kita sampaikan kepada-Nya.
Mengenai hal ini, dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a., bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah dan Hakim)
6. Ketika Hati Sedang Lembut
Pada saat iman sedang meningkat, biasanya hati menjadi terasa lembut, serasa dekat dengan Allah Swt., dan penuh kasih sayang kepada sesama. Pada saat seperti ini, hendaknya jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. agar lebih mudah dikabulkan.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Ambillah kesempatan berdoa ketika hati sedang lemah lembut karena itu adalah rahmat.” (HR Dailami)
7. Ketika Sedang dalam Perjalanan
Ketika kita sedang dalam perjalanan—sudah barang tentu bukan dalam rangka bermaksiat—jangan sampai lupa untuk menggunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada Allah Swt. Inilah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga macam doa dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizhalimi, doa kedua orang tua, dan doa seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik).” (HR Ahmad dan Abu Daud)
8. Sesaat Pada Hari Jum’at
Hari Jum’at adalah hari yang mulia bagi orang Islam. Pada hari ini ada waktu sesaat saja, kita tidak mengetahui apakah siang atau malam, pagi atau sore, maka hendaknya kita memperbanyak untuk berdoa kepada Allah Swt. pada waktu-waktu menjalani hari Jum’at. Semoga di antara doa yang kita panjatkan itu ada satu doa yang bertepatan dengan waktu yang mustajab.
Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Abul Qasim (Nabi) Saw. bersabda:
“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba Muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya.” Beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut. (HR Bukhari dan Muslim)
9. Ketika Sedang Turun Hujan
Ketika sedang turun hujan, lebih-lebih ketika kita sedang kehujanan, hendaknya segera memanjatkan doa kepada Allah Swt. Sungguh, inilah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan.” (HR Hakim)
Berkaitan dengan hadits tersebut, Imam Nawawi menyampaikan bahwa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah karena pada saat itu sedang turun rahmat; khususnya curahan hujan pertama di awal musim.
10. Ketika Mendengar Ayam Berkokok
Pada saat kita mendengar ada ayam berkokok, segera kita memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurut junjungan kita Nabi Muhammad Saw., pada saat seperti ini ayam yang sedang berkokok tersebut sedang melihat malaikat.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Apabila kamu mendengar ayam berkokok, maka mohonlah anugerah-Nya karena ayam itu melihat malaikat.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Jika kamu sekalian mendengar suara kokok ayam jantan, maka mohonlah karunia Allah karena sesungguhnya binatang tersebut telah melihat malaikat dan jika kamu sekalian mendengar suara ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, karena binatang tersebut telah melihat setan.” (HR Muslim)
11. Ketika Sedang Berpuasa
Pada saat kita sedang berpuasa, baik itu puasa wajib di bulan Ramadhan maupun sedang mengerjakan puasa sunnah, hendaknya kita memperbanyak doa kepada Allah Swt. Keadaan seperti ini adalah saat yang mustajab bagi sebuah doa yang disampaikan kepada-Nya.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah, doa ibu bapak terhadap anak, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan.” (HR Baihaqi)

12. Pada Malam Lailatul Qadar          
Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang berada dalam bulan Ramadhan. Malam ini penuh dengan kemuliaan. Bahkan, satu malam itu lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, marilah kita isi malam-malam kita di bulan Ramadhan agar bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Sungguh, pada malam ini kita sangat perlu untuk memohon rahmat-Nya.
Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr [97]: 1-5)
tempat mustajab untuk berdoa :
1. Multazam
“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad)
Multazam terletak mulai dari Hajar Aswad hingga pintu Ka’bah (lihat Gambar 1). Terdapat perbedaan pendapat yang menerangkan bahwa doa yang dipanjatkan sebaiknya dilakukan serta dengan wajah, lengan, dan dada ditempelkan pada multazam. Pendapat lainnya adalah mustajabnya doa sudah dapat diperoleh apabila doa dipanjatkan sejajar dengan multazam tanpa perlu menyentuhnya.

Multazam
2. Hijr Ismail
Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah, berbentuk setengah lingkaran yang berada di sisi kiri dari pintu Ka’bah (lihat Gambar 2). Dinamakan Hijr Ismail karena tempat ini pernah menjadi tempat berteduh Siti Hajar dan anaknya, Nabi Ismail as.
Pada titik inti dari Hijr Ismail, di atasnya terdapat talang emas Ka’bah yang (konon) di bawah talang emas inilah tempat paling mustajabnya doa dari titik-titik lain di dalam Hijr Ismail. Disunnatkan bagi muslim untuk shalat sunnat 2 rakaat di Hijr Ismail. Perlu ditekankan bahwa ibadah shalat ini tidak termasuk dalam rukun atau syarat umroh/haji.
Hijr Ismail
3. Hajar Aswad
Siapa yang tak pernah mendengar Hajar Aswad? Hajar Aswad merupakan batu terakhir pemberian malaikat Jibril yang kemudian diletakkan oleh Nabi Ibrahim untuk menyelesaikan pembangunan Ka’bah.
Hajar Aswad terletak di sebelah kiri pintu Ka’bah (lihat Gambar 1). Berdoa sembari mencium Hajar Aswad merupakan doa yang sangat mustajab untuk dikabulkan. Konon, batu ini berwarna putih bersih. Namun, akibat banyaknya umat muslim yang menyentuhnya maka ia berubah menjadi hitam. Hajar Aswad pun pernah dicuri dan jatuh hingga pecah berkeping-keping. Oleh karena itu, Hajar Aswad yang saat ini tertanam di Ka’bah bukanlah sepenuhnya merupakan Hajar Aswad. Hanya beberapa titik batuan yang mengandung Hajar Aswad karena ia sudah dicampur dengan batuan lain. Maka cermatlah bagi yang ingin menciumnya. Pastikan bahwa ia benar-benar Hajar Aswad, bukan batuan lain.


4. Rukun Yamani
“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Amin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah)
Dapat dilihat bahwa hadits di atas mengandung ‘Doa Sapu Jagat’. Doa inilah yang dibaca ketika muslim sedang melakukan tawaf di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rukun Yamani itu sendiri merupakan sudut (lihat Gambar 3) sebelum muslim mencapai Hajar Aswad jika sedang melakukan tawaf.
Rukun Yamani
5. Raudhah
Raudhah memiliki arti ‘taman’. Jika empat tempat di atas terletak di Mekah, tempat yang satu ini terletak di Madinah, tepatnya di dalam Masjid Nabawi. Raudhah merupakan sebuah area kecil yang terletak di antara mimbar imam Masjid Nabawi dengan makam Nabi Muhammad saw, Abu Bakar As siddiq, dan Umar bin Khatab.
Di dalam raudhah, muslim sebaiknya melaksanakan shalat sunnat sejumlah empat 4 rakaat kemudian berdoa. Untuk jemaat laki-laki, raudhah dibuka 24 jam sehingga melaksanakan shalat wajib berjamaah pun dapat dilakukan di sini. Sedangkan untuk jemaat perempuan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu (ba’da shalat subuh-pukul 11.00, ba’da dzuhur-masuk shalat ashar, ba’da isya-pukul 00.00).
Nah itu tadi lima tempat mustajab untuk berdoa yang terletak di kota suci. Semoga mas/jeng dan tentunya penulis dapat diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut dalam sisa umur ini. Amin.
 
6. Shafa dan Marwa

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

7. Masjid Nabawi dan Raudhah

“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)

Masjid Nabawi merupakan masjin Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjin Nabawi memiliki keitamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram...”. (HR. Ibnu Majah)

Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).

Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.

Rasulullah saw bersabda:

“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim) 

Sumber :
1. http://sausanatika.wordpress.com/2012/07/15/tempat-yang-mustajab-untuk-berdoa/
2. http://www.cheria-travel.com/2012/04/tempat-mustajab-untuk-berdoa-di-tanah.html

Wednesday, November 7, 2012

Kebiasaan setan

           mungkin banyak dari kita yang tidak tau akan kebiasaan setan, dan banyak yang tau tapi cuek, banyak kerugian yang kita dapat apabila melakukan kebiasaan ini. yang namanya kebiasaan setan pasti gak patut untuk dicoba-coba apalagi dibiasakan dengan alasan apapun dan biasanya berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ibadah orang tersebut.

berikut kebiasaan-kebiasaan setan :

1. Makan dan minum atau melakukan kegiatan tanpa berdoa.
    kalo yg ini kan wajib untuk berdoa minimal bismillah untuk memulai dan alhamdulilah setelah selesai.

2. Makan dan minum berdiri
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:Bagaimana dengan makan? beliau menjawab: Itu lebih buruk lagi.

(HR.Muslim dan Turmidzi)
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan ! (HR. Muslim)
Air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter.
Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Apabila minum sambil berdiri ini tidak kita hindari akan maka beriap-siaplah menerima efek buruk lain pada organ ginjal anda, kita tahu salah satu fungsinya yakni menyaring racun ke dalam tubuh.
3. Makan dengan tangan kiri
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam bersabda

''Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri, sesungguhnya setan itu makan dan minum menggunakan tangan kirinya''.

(Hadits Riwayat Muslim)


Dari Jabir Rodhiyallahu 'anhu berkata:
"Rasulullah Sallallahu 'alayhi Wasallam bersabda: ''Janganlah kalian makan dengan menggunakan tangan kiri, sebab sesungguhnya setan makan menggunakan tangan kiri.''
(Hadits Riwayat Muslim)

4. meniru / menyerupai lawan jenis
Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu 'anhu, ia berkata:
''Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam melaknati kaum lelaki yang kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang kelaki-lakian.''

Dalam sebuah Riwayat dikatakan

"Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.''
(Hadits Riwayat BUKHARI)

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu 'anhu ia berkata :

''Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam mengutuk orang laki-laki yang memakai pakaian seperti orang perempuan, dan mengutuk orang perempuan yang memakai pakaian seperti orang laki-laki.''
(Hadits Riwayat ABU DAWUD) 
Sumber :
http://www.pecintaislam.com/2010/08/larangan-meniru-kebiasaan-setan-dan.html
http://herupurwanto.blogdetik.com/2012/02/24/bahaya-minum-sambil-berdiri/