Feature

Google+ Badge

Sunday, January 20, 2013

Renungan Pernikahan - Buka Mata dan Tutup Mata

"Melihat dan mendengar banyaknya kasus rumah tangga yang berakhir dengan perceraian, jadi teringat sebuah petuah yang mengatakan:

افتح عينيك جيدا قبل الزواج, و أغمضهما جيدا بعد الزواج

"Bukalah kedua matamu baik-baik sebelum menikah, dan tutuplah keduanya dengan baik setelah menikah."

Hendaknya petuah ini menjadi nasehat bagi yang akan memasuki bahtera pernikahan agar betul-betul mencari calon suami/istri dan calon bapak/ibu bagi anak-anaknya kelak. Buka kedua matamu, perhatikan dengan seksama. Carilah pasangan yang terbaik buat dirimu.Jika engkau sudah menikah, maka tutuplah kedua matamu tersebut. Jangan suka mencari-cari kesalahan dari pasanganmu.

Kebanyakan kita terkadang tidak menggubris nasehat ini atau terbalik menerapkannya. Ketika mau menikah, matanya hanya tertuju dan terfokus pada tampilan fisik belaka. Konsentrasinya hanya terpusat pada kecakepan si fulaan atau kecantikan si fulaanah saja. Mereka lupa membuka matanya lebih lebar lagi. Mereka lalai melihat agama dan akhlak calon pasangannya.

Akhirnya apa yang terjadi?
Setelah menikah malah membuka matanya dengan sangat lebar. Kesalahan kecil dari pasangannya dibesar-besarka­­n seakan-akan di matanya ada kaca pembesar. Tiada hari tanpa mencari dan menemukan kesalahan pasangannya. Walhasil, angka perceraian semakin tinggi, jumlah wanita-wanita tak bersuami lagi makin banyak, problema sosial kemasyarakatan makin ruwet.

Oleh karena itu, petuah ini semestinya ditanggapi oleh semua kalangan, baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah.
Buka mata lebar-lebar, cari dan telitilah orang yang akan menjadi pasangan hidupmu. Di saat engkau menjalani hidup dengannya, tutuplah kedua matamu dari melihat kesalahan dan kekurangannya. Ingatlah kebaikan-kebaik­­an dan kelebihan-keleb­­ihannya.

Sungguh orang yang paling baik terhadap pasangannya telah memberikan kita peringatan. Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا يفرك مؤمن مؤمنة إن كره منها خلقا رضى منها آخر

"Janganlah seorang mu'min itu membenci istrinya. Jika ia tidak senang terhadap salah satu tabi'atnya, maka ia ridha terhadap tabi'atnya yang lain." (HR. Muslim)"