Feature

Google+ Badge

Wednesday, January 23, 2013

solusi bagi yg masih ragu untuk menikah



Agar Diterima Jadi Mantu, Perlu Gaji Berapa Sih?

Sorry yah agak panjang, tapi di jamin artikel ini bagus kok !!!

Gaji, adalah salah satu dalih dalam menunda pernikahan, walaupun sudah bertemu akhwat yang saling suka, seperti kisah Hareem Melamar Sang Putri.
Si Hareem mencoba-coba memberanikan diri melamar sang putri yang berjilbab gaul tapi sopan, sang camer yang kumisan seperti satpam bertanya

“Kamu Sudah kerja Bkamum? ”
“Sudah Pak” kata Hareem sedikit grogi
“Kerja apa?”
“Wirausaha Pak”
“Berapa Gaji sebulan?”
“Nggak Tentu Pak?”
”Hah Kamu, Anak saya Mau kamu kasih makan apaan?”

*****
Banyak sekali Dalih lainya dalam menunda Menikah bagi para Lelaki dan Bahkan Ikhwan bila sudah bertemu dan saling suka dengan wanita. Padahal Mereka kebanyakan tahu dan yakin dengan sabda nabi
..... Janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya........Apab
ila wanita (gadis/janda) sudah bertemu laki-laki yang sepadan yang meminangnya (dan saling suka) (HR Ahmad)*

Tetapi….
Para lelaki tampak masih senang bermanja-manja dengan kenyamanan fasilitas dari Orang Tua. Mereka merasa berat meninggalkan kenyamanan tersebut, sehingga bermental “ayam sayur” ketika bertemu jodoh.
Penyebab para lelaki menunda menikah yang lainnya ialah :
Mereka Tak mau menerima kenyataan bahwa mereka sudah mendapat taqdir hidup di keluarga biasa saja, tetapi ingin menikah dengan cara mewah, sewa geHar, sewa EO dan sebagainya, penyebab lainnya lagi ialah takut menghadapi calon mertua, seperti cerita Adegan si Hareem menghadapi calon mertuanya.

Si Hareem mencoba-coba memberanikan diri melamar sang putri yang berjilbab gaul tapi sopan, sang camer yang kumisan seperti satpam bertanya “Kamu Sudah kerja Belum? ”
“Sudah Pak” kata Hareem sedikit grogi
“Kerja apa?”
“Wirausaha Pak”
“Berapa Gaji sebulan?”
“Nggak Tentu Pak?”
”Hah Kamu, Anak saya Mau kamu kasih makan apaan?”
“Ya Nasi Pak, Assalamualaykum..?” Kata Hareem dengan badan gemetar menahan kesal sambil Keluar Rumah, Ngibrit menemui temannya panjul
“Jul, Gawat Sekarang Dunia Serba Matre, Jul”

AlKisah berlanjut…
"ya ampun Har, kamu baru ditanya gitu aja sudah minder, besok-besok kalu kamu mau ngelamar cewek, kudu ajak temenlu yang keren gini" kata Panjul
"iye Jul, saya suka minder kalau ditanya camer soal gaji" kata Hareem
"kamu harus pinter diplomasi Har, tapi diplomasi yang benar, jangan ngeles atau ngibul (berdusta), kamu bilang dong Bahwa gaji saya memang tidak tentu per bulannya, walaupun begitu insya Allah gaji saya itu halal dan berkah. Allah akan memberi rejeki dari arah yang tak disangka-sangka. Lagi pula orang yang bergaji tetap dan sudah punya anak juga bisa saja dipecat, bahkan PNS pun bisa dipecat pak.

Kalau saya selalu berusaha mencari rejeki yang halal sehingga berkah, yang Insya Allah akan membuat Bahagia anak bapak" kata Panjul sambil bergaya seperti pembicara seminar motivasi terkenal di tivi.
"iye ye, ngapain saya takut, tapi kalau babenya tetap mau punya mantu pegawai tetap gimana Jul?" kata Hareem
"itu tandanya: anda belum beruntung, coba lagi, hehe" kata Panjul sambil pamer gigi
"ah kamu Jul, emangnya beli makanan berhadiah yang di dalam bungkusnya ada tulisan: coba lagi "
"ye begitu Dunia ini, kalau gagal coba lagi dengan cara musyawarah, kalau gagal terus, ya coba lagi pada calon-mertua yang lain" kata Panjul

****

"bang, emang perlu gaji berape sih biar diterima jadi mantu?" tanya Hareem
"yaa.. Bisa sejuta (rupiah), sebulan, 10 juta atau gaji nggak tentu kayak kamu Har, tergantung Jenis mertua yang bakal kamu hadepin" kata Bang Panjul
"wah calon mertua saya termasuk Jenis apaan ya?" kata Hareem, sambil memegang jidatnya
"jadi gini Har, yang penting bagaimana kamu bisa menyamakan fikiran calon mertua kamu dengan fikiran kamu dan kenyataan penghasilan kamu, yang lebih penting lagi kamu bisa meyakinkan kesiapan mental menghadapi cobaan dalam rumah tangga, lalu membeberkan potensi yang kamu punya sekarang yang bisa menjamin kehidupan anak istri di masa depan, lagipula ngga semua mertua menilai menantu dari gaji, kamu santai aja, dan jangan menunda-nunda, barusan saya baru baca sabda nabi.

****

Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: "Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya." (HR. Ahmad)
Jadi, setelah saya baca hadits itu, maka Keputusan kamu melamar dengan modal tabungan yang ada sudah tepat, Har, karena kamu sudah punya cewek, Jadi nunggu apa lagi, kalau sudah saling suka, jangan ditunda-tunda, bisa dosa" kata Bang Panjul

"oh gitu bang..., Makasih bang, Saya jadi siap mental nih, tabungan juga punya , mudah-mudahan aja saya ketemu calon mertua yang lebih mementingkan menilai agama, niat, iman dan amal perbuatan saya, Jul"
“Aamiin…” Kata Bang Panjul sambil berdoa dan mengingat-ingat sabda Nabi yang tadi:
..... Janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya........Apabila wanita (gadis/janda) sudah bertemu laki-laki yang sepadan yang meminangnya (dan saling suka) (HR Ahmad)*

Kenyataannya di Dunia Nyata, Ibadah yang banyak disukai orang ini sering ditunda-tunda dengan dalih mengada-ngada:
Masalah Dana dan Gaji, para lelaki sering minder alias nggak PD Soal rizqi, gentar bin ketakutan dengan tanggung jawab yang akan diemban, tapi dilain sisi:
Masih tetap doyan mesra-mesraan,
walaupun cuma lewat sms-an,
karena telanjur dicap "Ikhwan", oleh kawan kawan,
karena sering berbaju Koko di Badan
Begitulah Dunia Bro,
Ketakutan soal dana ialah hal yang biasa, tetapi bukan yang Utama.
Kalau memang hanya punya dana 5 Juta rupiah maka menikahlah dengan dana 4 juta rupiah, Kalau hanya ada 3 juta, menikahlah dengan Dana tabungan 2 juta. (kurangi 1juta sebagai dana cadangan tak terduga) asalkan sdh bertemu jodoh dan si wanita sudah siap dan menerima.” Kata Panjul
"kalau si wanita nggak nerima?" Jawab Hareem dengan Sigap
"Cari wanita lain Jeck...............
Cewek matre suruh ke laut aje, jadi nelayan... ” Kata Panjul dengan enteng.

“Selama kamu penjajakannya sekedar suka, nggak pake cinta berlebihan, dan nggak pakai mesra-mesraan, maka pindah ke lain hati menjadi mudah, lalu mutusinnya gampang (kan bukan pacaran,jadi tak perlu ada yang putus) bro…
Selama niat Ikhlash untuk ibadah, apabila dana tabungan yang cume 3 juta itu, bisa jadi kau akan mendapat pertolongan Allah menjadi senilai 30 juta bahkan lebih (bisa berupa uang, jasa atau barang), lewat hamba-hamba Allah lainnya seperti:
Ayah Ibu
paman
adik/kakak
teman
teman ngaji
teman bisnis
dan lain-lain Har,
tapi kamu jangan sekali-kali ngarep (berharap) hal itu, ngandelin (mengandalkan) pertolongan hamba Allah lainnya apalagi sampe minta, bisa-bisa ente dikatain mental miskin,terhina walaupun nantinya sudah kaya.
Minta dan ngarep (berharap) saja cuma sama Allah.
Allah maha kaya, dan maha membolak balik hati/qalbu manusia untuk menolongmu. Termasuk Membolak Balik Hati calon Mertua yang kadang meminta pesta mewah atau membuat standard Gaji bagi Calon menantunya” Jelas Panjul
Si Hareem menganggukkan kepala.

Pesan Moral..

Wahai para pemuda !!!

“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya“. [HR. Al-Bukhoriy (4778), dan Muslim (1400), Abu Dawud (2046), An-Nasa’iy (2246)]

Jgn lah kalian takut untuk menikah. Karna dgn menikah.. kita akan terhindar dari zina. Dan zina itu adalah perbuatan yg keji.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”. (QS. Al-Israa’:32 )

Nikah itu adalah ibadah, dan Allah akan membantu umatnya yg mempunyai niat baik.

“Allah tidak menghendaki menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.”(QS. : Al-Maidah: 6)

Dan utk para wanita, mudah kan lah niat calon suami kalian utk melamar mu.

“Diantara berkahnya seorang wanita, memudahkan urusan (nikah)nya, dan sedikit maharnya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (24651), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2739), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (14135), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (4095), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3/158), Ath-Thobroniy dalam Ash-Shoghir (469). Di-hasan-kan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (2231)]


“Ingatlah, jangan kalian berlebih-lebihan dalam memberikan mahar kepada wanita karena sesungguhnya jika hal itu adalah suatu kemuliaan di dunia dan ketaqwaan di akhirat, maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang palimg berhak dari kalian. Tidak pernah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memberikan mahar kepada seorang wanitapun dari istri-istri beliau dan tidak pula diberi mahar seorang wanitapun dari putri-putri beliau lebih dari dua belas uqiyah (satu uqiyah sama dengan 40 dirham)” .[HR.Abu Dawud (2106), At-Tirmidzi(1114),Ibnu Majah(1887), Ahmad(I/40&48/no.285&340). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3204)]

Good luck, semoga surga dunia akherat milik kalian semua yg punya niat baik.


Sumber : hareemusashi