Feature

Google+ Badge

Tuesday, December 18, 2012

pernikahan arif arizal dan padmi

pernikahan arif arizal dan padmi

16 desember 2012, ini hari pernikahan teman saya arif arizal dan mbak padmi yang melangsungkan pertalian hubungan 2 anak manusia dan keluarga, dengan acara resepsi yang sederhana yang tidak mengurangi sedikitpun dari tujuan dari pernikahan tersebut ditambah orkestra yang ditanggap dengan mbak-mbak ayu yang lincah tur gesit *promosinya.

mumpung momen nikah sekalian dibahas yuk, dikutip dari guru ngaji saya, pak galih :

nikah itu bukan masalah persamaan ataupun perbedaan, bukan juga kecocokan ataupun ketidakcocokan. tapi bagaimana berjalan bersama dan selaras sesuai dengan konsep dan visi dari berkeluarga itu sendiri, nikah itu prosesi penyatuan dan berkeluarga itu tantangan besar yang menjadi peluang untuk pembuktian bahwa kita sudah "naik kelas"dari keadaan sebelumnya.

dan sebaiknya nikah itu dipersiapakan sebelumnya ialah : ILMU,
    ilmu itu takkan pernah habis untuk dipelajari, batasannya ialah saat ajal datang. ilmu akan membuat kita  melihat sesuatu dengan cara yang benar dan benar pula mensikapinya. tidak perlu harus punya semua ilmu dipunyai cukup sebagian pada porsi yang diperlukan, selanjutnya sambil jalan. klo nunggu semua kapan nikahnya ??. lalu ilmu apa sajakah :
  1. ilmu keluarga sakinah mawadah dan warohmah.
  2. ilmu mjd suami/istri yg baik.
  3. psikologi wanita/laki-laki.
  4. belajar hak suami istri, #bukan hak istri doank atau hak suami doank.
  5. belajar mendidik anak.
  6. belajar hak anak.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. Ingatlah ALLAH SWT telah bersumpah dalam surat ini dengan masa / waktu yang didalamnya terjadi peristiwa yang baik dan yang buruk, bersumpah bahwa setiap manusia didunia ini, baik itu orang Islam atau di luar Islam pasti akan mengalami kerugian

‘MENUNTUT ILMU ITU HUKUMNYA WAJIB BAGI SETIAP MUSLIM LAKI-LAKI DAN MUSLIM PEREMPUAN, WAKTUNYA ADALAH DARI BUAIAN IBU (BAYI), SAMPAI MASUK LIANG KUBUR” Hadits dari Rasul SAW yang sangat jelas sekali perintahnya, bahwa dalam Islam menuntut ilmu hukumnya adalah WAJIB yang artinya adalah, jika dikerjakan dan dilaksanakan kita akan mendapat PAHALA, jika diabaikan, disepelekan/tidak dilaksanakan kita akan mendapat DOSA.



يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا
 مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ . التحريم : 6
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)
lalu dari mana rezeki buat makan istri ?? Nikah itu membuka pintu rezeki

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang
yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)
Ketika hati terasa resah tanpa penghilang dahaga
Ketika jiwa terasa terguncang tanpa penentram cahaya
Ketika hari terasa hampa tanpa pendamping setia
Ketika malam terasa senyap tanpa selimut cinta
Ku ingin kau segera disisi, bidadari ku...
Tuk penuhi setengah bagian yang kosong dalam hati ku...

Siapa yang ingin menikah? Kalau pertanyaan ini sih pasti kita semua sepakat: Ingin!, Tapi yang jadi persoalan adalah, siapa yang berani menikah muda?

Nah banyak nih yang bakal menjawab,

“Ah belum waktunya, nanti saja, masih muda ini...”
“Hari gini nikah muda, karir dulu kali, kalo udah sukses baru deh nikah...”
“Belum ada modal nih...”

Nah khusus untuk jawaban ketiga akan dibahas disegmen kali ini (kayak talkshow aja, Pen.)

Dalam banyak kasus, laki-laki muda lebih condong ingin sukses dahulu baru kemudian menikah, alasannya sederhana, belum ada modal lah, belum punya uang lah, takut tidak bisa menafkahkan lah.

Padahal siapa yang menjamin semakin bertambahnya umur semakin sukses seseorang, gak ada!!!, kalo jaminan kepada orang-orang yang mau menikah dilancarkan rezeki malah ada, Alloh SWT yang menjamin.

Berikut dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits:

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl (16):72)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka.” (Al Hadits)

Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡”. (HR. Hakim dan Abu Dawud)

“Carilah rezeki dengan menikah”. (HR. Ad-Dailami)

Bagaimana pembaca (Khususnya yang masih muda dan belum menikah)?

Masih cari alasan financial?

Alhamdulillah kalo sekarang pembaca yang budiman punya tekat kuat untuk menikah tahun ini juga.
 
Masih belum Yakin Menikah Mendatangkan Rezeki ??
Tanya: “saya ingin menikah tapi belum cukup rezeki, bagaimana ya caranya biar rezeki saya cepat cukup…?”

Jawab: “caranya: segera menikah!”

Lho kok?! Bagi yang belum merasa logis, silakan ikuti sampai paragraf terakhir…

Mari kita mulai dengan ayat suci Al Qur’an sbb
Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”1

Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab ra berkomentar,
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya”2

Nabi saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau,
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨3

Sabda beliau yang lain:
Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka

Namun sayangnya, masih ada muslim yang berpikir berumah tangga sebagai beban, mencoba meramal bahwa jika menikah kekuatan ekonominya tersedot. Orang baik di antara mereka berpikir, “saya akan menyenangkan orang tua dahulu dengan penghasilan saya baru menikah”. Padahal, kalau mau lebih bisa menyenangkan orang tua ya menikah. Selain menyenangkan dengan penghasilan lebih, menyenangkan orang tua dengan istri yang shalihah, anak yang lucu, cucu yang ngegemesin :D

Selain dalil aqli, saya ingin menceritakan pengalaman kakak saya. Ia sudah menikah 2 tahun lebih. Tadinya ia berpikir setelah menikah akan menemui masa-masa sulit dimana pengeluaran bertambah. Namun ntah kenapa justru ia kaget dengan kenyataan yang sebaliknya. Saya masih ingat ia berkata, “rezeki itu San, ntah dari mana-mana ada aja…”. Saya jadi teringat firman-Nya:
Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”4

Dahulu, saya sempat bertekad untuk menikah lambat, paling tidak di atas 29 tahun atau bahkan kalau bisa tidak menikah seumur hidup. Saya bersyukur kepada Allah sekarang diberikan lingkungan yang penuh dengan pendidikan nilai Islam. Banyak pemahaman saya berubah. Pengetahuan saya bertambah. Salah satunya adalah hadist-hadist berikut:
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)”5
Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah….”6
Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”7

Ternyata ajaran Islam menyeru kita agar lekas-lekas menikah. Namun, perhatikan pula ilmu fiqh tentang hukum menikah sebagai berikut:

    Wajib: bila mampu dan ada kekhawatiran terjebak pada maksiat bila tidak menikah
    Sunnah: bila mampu dan walau tidak menikah tak mengapa (tidak kekhawatiran terjebak pada maksiat bila tidak menikah)
    Makruh: bila belum mampu

Maka seorang muslim seharusnya akan berusaha keras untuk cepat-cepat menjadi mampu terlebih dahulu, barulah cepat menikah. Selain itu yang lebih penting kita perhatikan adalah niat. Walau bagaimanapun,
Umar bin Al Khattab ra berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”8

Jangan sampai pernikahan yang begitu mulia hanya dilandasi alasan-alasan sepele atau karena nafsu, maka hanya sebatas tujuan kecil dan pelampiasan nafsu itu sajalah yang didapatkan. Jika demikian, akankah keberkahan dan keutamaan nikah yang dijanjikan Allah dalam hadist di atas dan banyak lagi hadist lainnya masih menjadi hak mereka?

Ya Allah, luruskanlah niat kami dan jagalah niat kami itu sebelum, saat dan sesudah pernikahan kami.

Wallahu ‘alam bis shawab

Awalilah dengan ILMU maka akan timbul KEYAKINAN dan diselaraskan dengan JALAN REZEKI untuk penghidupan.

“Kekayaan tidak berbahaya bagi orang yang bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, kesehatan lebih baik daripada kekayaan bagi orang yang bertakwa kepada Allah. Dan baiknya diri termasuk kenikmatan.” (Riwayat Ahmad)

Harta itu titipan kepada kita, nilainya bukan terletak pada jumlahnya tapi nilai manfaatnya bagi kita maupun sesama.

Mau Nikah Kapan ??
  1. Punya Rumah ?? 5 Tahun lagi
  2. Punya Gaji 5 juta ?? 5 Tahun Lagi
  3. Punya Mobil ?? 5 Tahun Lagi
  4. Punya Usaha ?? 5 Tahun lagi
Total : 20 Tahun Lagi kalo nunggu, *belum yang lain-lain, kalo masih hidup.